Dilansir dari Foxnews, Jumat (15/7/2016), pada 2009, ahli paleontologi menemukan jejak seperti kaki manusia di dekat pantai timur Danau Turkana di Ileret, Kenya.
Trek tapak kaki fosil yang ditemukan peneliti ini memiliki kesamaan dengan kaki manusia modern. Seperti bentuk lengkungan, tumit bulat dan kaki sejajar paralel besar dengan jari-jari kaki lainnya.
Meski telah berusia 1,5 juta tahun, namun cetakan tapak kaki ini dinilai terlalu tua milik Homo sapiens atau manusia modern. Jejak tersebut dikaitkan dengan Homo erectus, lebih tinggi dari nenek moyang manusia awal.
Para peneliti pun berpikir ada begitu banyak kesamaan antara Homo erectus dan manusia modern. Sebab memiliki cara berjalan yang mirip seperti manusia lakukan saat ini.
"Kami menganalisis jejak kaki ini, setidaknya ini bukti langsung untuk mendukung asumsi umum mengenai fosil berusia 1,5 juta tahun lalu yang memiliki cara berjalan sama seperti yang kita lakukan," ujar Penulis studi Kevin Hatala, dari Institut Max Planck untuk Antropologi Evolusi dan George Washington University.
Homo erectus
![]() |
| footmark's homo rectus |
Kilas rekam manusia modern muncul 200.000 tahun terakhir. Sedangkan Homo erectus hidup sekita r1,9 juta tahun yang lalu untuk dalam 143.000 tahun yang lalu. Di mana fosil pertama tetap Homo erectus, ditemukan pada bagian tengkorak di Jawa, Indonesia, pada abad ke-19.
Sejak itu, para ilmuwan menemukan bahwa Homo erectus secara luas telah tersebar di seluruh dunia, dengan sisa-sisa fosil ditemukan dari Afrika Selatan, Spanyol, Georgia, hingga ke China.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa Homo erectus merupakan nenek moyang manusia pertama yang memiliki proporsi tubuh manusia modern, seperti bentuk kaki panjang disesuaikan berjalan dengan dua kaki, serta tidak memanjat pohon seperti yang dilakukan kera.
Sementara di Kenya Hatala, mengamati delapan jejak kaki fosil tersebut, kemudian jejak Homo erectus dan jejak kaki manusia modern diawetkan dalam bentuk bertelanjang kaki dari kelompok Daasanach.
Hatala dan bersama rekan-rekannya juga memperkirakan massa tubuh Homo erectus. Berdasarkan analisis, ada beberapa tapak kaki laki-laki dewasa dan temuan jejak ini menunjukkan bahwa mereka dulu melakukan beberapa tingkat kerja sama perilaku sosial manusia seperti mencari makan dan melakukan seksual.
"Hal ini tak mengejutkan, kita menemukan bukti baru mereka dulu saling toleransi, bekerja sama, antara laki-laki dalam hominin yang hidup 1,5 juta tahun yang lalu, terutama untuk Homo erectus. Ini merupakan kesempatan pertama kami untuk melihat langsung secara dinmasi perilaku manusia dulu dalam waktu yang mendalam,” ungkap Hatala.
(sumber : huntnews.id)

No comments:
Post a Comment