appsiinfo - Yen menyerahkan perolehan yang sempat dihimpunnya di awal sesi perdagangan Asia Kamis (14/Juli) pagi tadi kepada Dolar AS sehubungan dengan fokus pasar pada kebijakan Bank Sentral Jepang (BoJ) apakah akan memperluas stimulus moneternya atau tidak di akhir bulan ini. USD/JPY diperdagangkan pada level 104.706 saat berita ini ditulis. Di sisi Dolar AS, Federal Reserve melaporkan hasil survei Beige Book yang menunjukkan hasil bahwa pertumbuhan AS secara umum berada dalam laju yang cukup.
Tiga Wilayah AS Terpengaruh Brexit
Selain itu, malam tadi, indeks Dolar AS menghapus penurunannya yang cukup tajam setelah survei Beige Book Federal Reserve yang dinantikan pada hari Rabu kemarin menunjukkan bukti bahwa pertumbuhan ekonomi AS tumbuh dalam level modest (sedang) di sebagian besar wilayah negara tersebut dalam periode bulanan hingga tanggal 1 Juli.Dalam waktu yang sama, responden dari 12 distrik Federal Reserve melaporkan indikasi pertumbuhan sektor ketenagakerjaan dalam level modest, sedangkan tekanan upah tumbuh dalam level sedang hingga moderat (cukup), dan belanja konsumen yang secara umum berada dalam level yang positif walaupun sejumlah sinyal pelemahan juga muncul.
Tiga wilayah The Fed, yakni Dallas, Chicago, dan Boston sempat menyatakan bahwa referendum Inggris memberikan dampak pada aktivitas bisnis di daerah mereka, namun wilayah-wilayah lainnya menyatakan tidak terpengaruh atas keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa.
Pendapat Para Pejabat FED Tentang Waktu Pelaksanaan Kenaikan FED Rate
Dalam beberapa pekan terakhir, para anggota FOMC menyampaikan pidato
yang menunjukkan perbedaan pendapat mereka dalam prediksi waktu
pelaksanaan kenaikan suku bunga AS. Presiden The Fed untuk wilayah
Kansas City, Esther Geroge, dan untuk wilayah Cleveland, Loretta Mester, menyiratkan indikasi kenaikan suku bunga secara bertahap dalam jangka waktu menengah. Sedangkan, presiden The Fed untuk wilayah St. Louis dan Minnesota tampak lebih sabar dalam melakukan pendekatan kebijakan ketat. Presiden The Fed untuk wilayah Dallas, Rob Kaplan, mengatakan bahwa The Fed lebih akomodatif tergantung data inflasi dan ketenagakerjaan. Sementara Presiden The Fed Philladelphia masih yakin The Fed bisa menaikkan suku bunganya sebanyak dua kali tahun ini.
Sumber : http://www.seputarforex.com
No comments:
Post a Comment